Pembentukan Minyak Bumi dan Pengolahannya

Pembentukan Minyak Bumi dan Pengolahannya - Minyak bumi merupakan salah satu jenis sumber daya tidak terbarukan yang sangat penting di era teknologi dan industri saat ini. bahkan hampir sebagian besar alat transportasi yang kita gunakan ditenagai oleh produk olahan minyak bumi. Tahukah kalian bahwa minyak bumi terbentuk dari sisa-sisa organisme yang telah mati jutaan tahun lalu, terutama plankton, yang terperangkap di dasar laut. Selama waktu yang sangat lama, tekanan dan suhu tinggi menyebabkan organisme ini terdegradasi menjadi minyak dan gas.

Minyak bumi tidak hanya digunakan sebagai bahan bakar, seperti bensin dan diesel, tetapi juga sebagai bahan baku untuk berbagai produk penting lainnya, seperti plastik, pelumas, dan bahan kimia industri. Sumber minyak bumi tersebar di seluruh dunia, dan banyak negara bergantung pada produksi dan ekspor minyak bumi sebagai salah satu sektor utama dalam perekonomian mereka.

Pembentukan Minyak Bumi dan Pengolahannya

Apa kalian cukup familiar dengan ilustrasi diatas??

Jika kalian tau ilustrasi diatas, kalian mungkin dengan sendirinya akan bisa menebak kali ini gw mau ngebahas apa.hehe

Ya bener banget, melanjutkan dari pembahasan energi yang tidak terbarukan, kali ini gw mau ngomongin seputar perminyakan, yaitu seputar "Bagaimana Minyak Bumi Terbentuk dan Bagaimana Cara Mengolahnya". By the way bagi yang belum tau diatas itu gambar apa, diatas itu SPBU "PERTAMINA" yaa.

Ok langsung aja, jadi gini hingga saat ini berbagai produk olahan minyak bumi  masih menjadi primadona sebagai sumber energi untuk digunakan sebagai penopang kebutuhan manusia. Contohnya bensin dan solar yang secara mainstream digunakan untuk mentenagai kendaraan bermotor. Keduanya merupakan produk olahan minyak bumi yang sangat mempengaruhi sektor ekonomi suatu negara. Loe bisa bayangin Indonesia dengan penduduk 270 juta ++ jiwa dengan jumlah kendaraan bermotornya yang ternyata lebih banyak dari jumlah penduduknya, melakukan mobilitas, tentunya akan sangat mengkonsumsi cadangan energi (bensin/solar) ini. Hal ini tentu akan berdampak pada tingkat ketersediaan bahan bakar.  

Cadangan bahan bakar di negeri ini makin lama makin berkurang, tapi tingkat konsumsi pemakaian bahan bakarnya semakin tinggi

Pertumbuhan ekonomi yang tinggi, populasi yang berkembang dan pertumbuhan kendaraan bermotor yang sangat pesat di zaman modern ini ternyata melahirkan kebutuhan energi yang sangat besar.

Data Kementrian ESDM (2014) menunjukan, kebutuhan konsumsi energi nasional pada 2010 mencapai 3,3 juta barel setara minyak per hari 

Disamping itu selain sektor transportasi, sektor industri juga membutuhkan bahan bakar dalam jumlah yang besar dalam suatu proses produksi. Dari sini kita tahu betapa pentingnya bahan bakar minyak sebagai penopang setidaknya untuk kegiatan industri dan transportasi.

Jadi jangan heran yaaa kalo harga bensin sama harga LPG makin lama makin mahal, karna ini berhubungan kdengan tingkat konsumsi dan juga ketersediaannya.

Tapi sebenernya kalian tahu ga minyak  bumi itu apa? dan bagaimana dia dapat terbentuk?

Kalo gw simplifikasiin sih minyak bumi itu adalah campuran dari berbagai senyawa. Dimana senyawa yang paling banyak ditemukan adalah senyawa hidrokarbon. Bahkan jumlah dari senyawa hidrokarbonnya ini mencapai 90-99%. Selain senyawa hidrokarbon di dalam minyak bumi masih terdapat senyawa senyawa lain seperti belerang (S), Nitrogen (N),Oksigen (O) dan senyawa organologam.

Minyak bumi yang terdapat di dalam perut bumi tentu tidak terbentuk begitu saja, tetapi ada proses pembentukannya

Pembentukan Minyak Bumi dan Pengolahannya
Sumber gambar: Pixabay.com

Minyak bumi berasal dari jasad renik hewan dan tumbuhan yang telah mati, kemudian tertimbun lumpur dan pasir selama berjuta juta tahun. Tekanan dan temperatur yang tinggi membuat jasad renik tadi berubah menjadi gelembung minyak ataupun gas. Lumpur dan pasir yang bercampur dengan jasad renik kemudian berubah menjadi batuan sedimen yang berpori. Dimana pori pori batuan ini bersifat kapiler, yang artinya perlahan bergerak ke atas dan membuat bintik bintik atau gas bisa naik ke permukaan bumi. Ketika gerakan naik ke atas minyak bumi ini terhalang oleh batuan yang tidak berpori, sehingga gelembung gelembung minyak yang terbentuk akan menumpuk dibawahnya. Daerah inilah yang akan menjadi tempat persediaan minyak bumi yang disebut daerah perangkap (trap).

Proses Pembentukan Minyak Bumi

Ilustrasi Lapisan Batuan dan Daerah Pembentukan Minyak Bumi

Nah kalau kalian mau tau daerah trap inilah yang banyak dicari oleh ahli geologi untuk memanfaatkan minyak di dalamnya
Karena proses pembentukan gelembung minyak dari fosil membutuhkan waktu yang sangat lama bahkan mencapai jutaan tahun, inilah kenapa minyak menjadi salah satu kategori sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui.

Maksudnya gimana nih tidak dapat diperbaharui?

Jadi maksudnya adalah ada kemungkinan suatu saat cadangan minyak bumi akan habis.

Terus apakah minyak bumi yang baru diambil dari dalam bumi bisa langsung dipakai?

Jadi minyak bumi tidak bisa dipakai langsung begitu saja untuk menjadi suatu bahan bakar, karna minyak bumi yang masih berupa cairan hitam kental atau yang bisa disebut minyak mentah (crude oil) harus diolah terlebih dahulu dikilang minyak melalui 2 tahap.

Tahap 1 Destilasi (penyulingan bertingkat)

Pada tahap ini senyawa yang memiliki titik didih rendah akan terpisah lebih dulu, baru disusul oleh senyawa dengan titik didih tinggi.

Setelah melalui proses destilasi minyak bumi akan terbagi menjadi 5 fraksi 

Pembentukan dan Pengolahan Minyak Bumi
Sumber:Vectorstock.com

Fraksi 1 (LPG)
Fraksi yang pertama keluar punya titik didik kurang dari 20 derajat celcius. fraksi ini dikenal sebagai gas LPG (Liquid Petroleum Gas). Komponen penyusun LPG ini didominasi oleh propana dan butana. Untuk standar keselamatan di masyarakat maka LPG dimasukan khusus ke dalam tabung yang tahan terhadap tekanan dan terbuat dari besi baja. Ditambahkan zat merkaptan yang baunya khas untuk mendeteksi adanya kebocoran.

Fraksi 2 NAFTA
Fraksi kedua disebut NAFTA (bensin berat) dengan titik didih 20 - 200 derajat celcius. Nafta diolah lagi supaya bisa jadi bensin dan bisa dipakai.

Fraksi 3 Kerosin
Kerosin dengan titik didih 175 - 275 derajat celcius. Fraksi ini biasa dibuat jadi minyak tanah dan bahan bakar pesawat jet (Avtur).

Fraksi 4 Solar
(Solar) merupakan bahan bakar mesin diesel dengan titik didih 250 - 400 derajat celcius

Fraksi ke 5 Residu
(Residu), dengan titik didih lebih dari 300 derajat celcius dimana residu ini adalah hidrocarbon rantai panjang yang dapat diolah lagi menjadi produk kimia lainnya. Sisa pengolahan minyak mentah nantinya dapat diolah menjadi aspal dan lilin.

Tahap 2 Perengkahan (Cracking), Ekstraksi, Kristalisasi dan Treating.

Perengkahan (Cracking)
Untuk memenuhi keperluan tertentu kadar hidrokarbon rantai panjang harus dipecah menjadi rantai pendek, lewat proses perengkahan atau cracking. Maksudnya gmana nih cracking, jadi yang disebut cracking itu adanya perubahan dari struktur kimia, bisa pemecahan rantai , penambahan alkil (alkilasi), penambahan rantai (polimerisasi), perubahan struktur (reformasi), dan perubahan isomer (isomerasi).

Tujuan Cracking ini adalah untuk meningkatkan kualitas fraksi minyak bumi itu sendiri                           

Ekstraksi
Dilakukan untuk membersihkan produk dengan memakai suatu pelarut. Setelah dilakukan proses ekstraksi produk minyak akan menjadi bersih.

Kristalisasi
Pada proses ini produk-produk dipisahkan berdasarkan perbedaan titik cairnya, ini dilakukan melalui proses pendinginan penekanan dan penyaringan.

Contoh pada proses pemurnian solar, ketika proses kristalisasi, solar dipecah menjadi solar itu sendiri dan nantinya akan ada produk sisanya berupa lilin.

Treating
Proses pembersihan produk supaya kontaminan-kontaminan yang ada dapat terbuang. Pada proses ini mirip dengan ekstraksi yaitu membersihkan/mengeliminasi kontaminan, tetapi yang membedakannya adalah zat yang dipakai untuk membersihkannya. Pada proses Treating biasanya memakai NaOH, Tanah liat atau proses Hidrogenasi.                                          

Namun, meskipun minyak bumi telah memberikan banyak manfaat bagi peradaban manusia, pengelolaannya tidak lepas dari tantangan. Proses ekstraksi, pengolahan, dan penggunaan minyak bumi dapat berdampak pada lingkungan, seperti polusi udara dan perubahan iklim. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk terus mengembangkan teknologi yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan dalam memanfaatkan sumber daya ini.

Nah seperti itulah proses pengolahan minyak bumi dilakukan, mulai dari destilasi sampai pada treating. Jadi minyak mentah belum bisa kita gunakan untuk jadi bensin pada sepeda motor kita jika belum melalui proses pengolahan. Gimana apa kalian tertarik untuk nyoba ngolah minyak bumi sendiri? saran gw cma satu "Don't Try This at Home", karna ga akan bisa juga.hehe 

Post a Comment for "Pembentukan Minyak Bumi dan Pengolahannya"