Hidrokarbon: Pengertian, Jenis dan Kegunaan Senyawa Hidrokarbon
Ternyata di bumi yang kita tinggali ini, senyawa hidrokarbon tuh ada dimana mana, contoh yang paling umum kita pakai yaitu produk olahan minyak bumi, semuanya mengandung hidrokarbon. Mulai dari Aspal, Solar, Minyak, LPG dan Bensin yang paling umum kita pakai adalah bentuk bentuk dari senyawa hidrokarbon. Bahkan sampai pada senyawa-senyawa organik yang ada di tubuh kita, tetap mengandung unsur karbon. Jadi sebenernya karbonnya sendiri tuh merupakan unsur yang sangat spesial.
![]() |
Sumber: Pixabay.com |
Kenapa si Unsur Karbon itu Spesial?
Jadi ini bermula dari posisinya pada tabel periodik unsur (SPU), by the way bagi kalian yang belum tau tentang SPU, ini ada ya dipelajaran kimia SMA. Kalau kamu lihat pada tabel periodik unsur, Karbon itu posisinya ada pada golongan 14, sama dengan semua unsur yang ada di golongan ini, karbon punya 4 elektron valensi. Artinya ada 4 elektron yang siap banget untuk berikatan dengan unsur-unsur lain. Karena banyak banget elektron valensi yang tersedia, karbon dapat berikatan dengan 4 unsur lainnya dalam waktu yang bersamaan. Selain itu dia dapat membentuk berbagai jenis ikatan, baik itu ikatan tunggal, rangkap 2 dan rangkap 3. Sehingga karbon dapat membentuk senyawa sederhana seperti metana, dan senyawa yang sangat kompleks seperti hemoglobin yang ada di darah kamu, seperti yang udah gw sebutin di atas bahwa senyawa-senyawa organik yang ada di tubuh kita, tetap mengandung unsur karbon.
![]() |
Ilustrasi SPU |
OK sebelumnya gw udah ngasih contoh bahwa berbagai produk bahan bakar itu ternyata adalah hidrokarbon. Seperti biasa untuk bahasan yang berhubungan dengan bahan bakar gw bakal kasih contohnya adalah bensin, karna si bensin ini sering kita pake, kita liat dan berguna banget bagi kendaraan kita, meskipun harganya sekarang lagi naek hehe.
Kalau kalian pernah mengisi bensin ke SPBU kalian mungkin akan melihat warna bensin yang berwarna warni sesuai variannya. Oh iya by the way bagi kalian yang ga tau apa itu SPBU, gw spil dikit, SPBU itu singkatan dari Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum. Ada juga SPBE kalau ini coba kalian search sendiri di google yaaa.
OK gw lanjutin, kalau kalian misalnya lagi ngisi bensin di SPBU kalian mungkin melihat cairan mengalir ke tangki bensin dengan sedikit adanya uap bahan bakar yang keluar saat bensin dituangkan ke tangki.
Nah uap bahan bakar yang kalian lihat itu adalah sebagian dari fenomena fisika dari suatu zat (segala sesuatu yang memiliki massa dan menempati ruang). Tapi kalau kamu lihat di tingkat molekul, secara ajaib kamu dapat melihat fenomena lain yang tidak dapat kamu lihat dengan pengelihatan biasa. Bensin yang mengalir tadi sebetulnya terdiri dari berbagai macam molekul.
Sebagian besar molekul penyusun bensin ini adalah hidrokarbon.
Jadi sebenernya wajar sih kalau kalian gatau apa itu hidrokarbon, emang si hidrokarbonnya sendiri gabisa dilihat.
Jadi apa itu hidrokarbon?
Hidrokarbon adalah molekul yang hanya terdiri dari unsur karbon (C) dan hidrogen (H)
Perlu kamu tahu bahwa hidrokarbon ini kalau kita lihat pada tingkat molekul (suatu bentuk yang tidak bisa kita lihat dengan mata biasa) memiliki bentuk yang bermacam-macam. tergantung dari jumlah atom Karbon dan juga Hidrogennya.
Contoh misalnya pada bensin yang sering kamu pakai, hidrokarbonnya terdiri dari empat sampai duabelas atom carbon yang masing-masing dikelilingi oleh atom-atom hidrogen. Ada karbon yang membentuk garis lurus, ada juga yang melingkar.
Jumlah masing masing unsur dan struktur yang dibentuk akan sangat berpengaruh terhadap sifat fisik dan kimiawinya.
Apa itu sifat fisik dan kimiawinya?
Mungkin secara sederhana gw bisa sebut mereka bisa punya bau yang berbeda, densitas yang berbeda, titik lebur dan titik didih yang berbeda, flash point yang berbeda ketika dipanaskan dan direaksikan dengan oksigen dalam proses pembakaran.
Contoh lain misalnya pada reaksi pembakaran. Pada proses pembakaran, KIMIA memberi kita resep pembakaran misalnya pada pembakaran hidrokarbon murni seperti metana (CH4) resep kimia pembakarannya adalah CH4 + 2H2O menghasilkan CO2 + 2 H2O. tetapi pertunjukan cahayanya merupakan fenomena FISIKA nya. Hal ini terjadi karena reaksi pembakaran merupakan reaksi eksotermis, karena dia melepaskan energi dalam bentuk panas dan cahaya yang memiliki spektrum warna sehingga dapat dilihat oleh mata.
Jadi Metana (CH4) adalah hidrokarbon murni yang paling simpel dan dia juga merupakan hidrokarbon jenuh.
Jadi apa yang dimaksud hidrokarbon jenuh?
Hidrokarbon jenuh terbentuk kalo semua karbon yang ada di dalamnya berikatan denga 4 atom lainnya, baik itu atom hidrogen maupun atom lainnya. Karena ada 4 ikatan artinya semua ikatannya tunggal. Jadi ga ada yang rangkap 2 maupun 3.
Hidrokarbon jenuh ini lebih umum dikenal dengan sebutan ALKANA
Jadi METANA adalah contoh alkana yang paling sederhana, karena cuma ada satu atom karbon yang dikelilingi 4 atom hidrogen. Metana adalah komponen utama dari gas alam.
Gimana kalo kita misalnya tambahkan satu atom karbon lagi dan hidrogen-hidrogen untuk ngisi ikatan tunggalnya, dia akan berubah jadi ETANA (C2H6), tambahin satu atom karbon lagi kita dapat alkana berikutnya yaitu PROPANA (C3H8) contohnya adalah gas yang dipakai pada tabung elpiji. Jadi Metana, Etana, dan Propana hanya punya satu jenis struktur. Tapi untuk C4 sampai C10 strukturnya bisa diubah ubah, karena struktur dan jumlah karbonnya berbeda maka sifat fisik dan kimianya bisa berbeda.
![]() |
Tabel Deret Alkana (rumus.co.id) |
Jadi karna alkana ini merupakan senyawa kimia tentunya ia dapat bereaksi dengan unsur-unsur atau senyawa kimia lainnya. Tapi ada beberapa reaksi yang unik pada alkana yaitu pada reaksi pembakaran. Contoh metana dan propana yang umum dijadikan bahan bakar.
Jadi kalo kamu lagi masak sama tabung elpiji ya hasil pembakarannya ya cuma CO2 + H2O makanya aman , kamu gapernah keracunan.
Kegunaan Senyawa Hidrokarbon
No | Fraksi Hidrokarbon | Wujud Zat | Kegunaan Utama |
---|---|---|---|
1 | C1 - C4 | Gas | Bahan bakar gas (LPG & LNG) |
2 | C5 - C7 | Cair (t.d. rendah) | Pelarut, Bahan bakar (bensin) |
3 | C5 - C 18 | Cair | Bahan bakar (Bensin & Kerosin) |
4 | C12 - C 24 | Cair | Bahan bakar jet |
5 | C18 - C 50 | Cair (t.d. tinggi) | Bahan bakar diesel dan pelumas |
6 | C50+ | Padat | Petroleum Jelly, Lilin parafin |
Post a Comment for "Hidrokarbon: Pengertian, Jenis dan Kegunaan Senyawa Hidrokarbon"