Fungsi dan Cara Kerja Knock Sensor
Knocking/Detonasi/Ketukan
Knocking merupakan getaran yang berfrekuensi tinggi yang disebabkan karena terjadinya pre ignition di dalam ruang bakar atau pembakaran yang bukan disebabkan oleh percikan bunga api busi (Self ignition).
Nyatanya pada setiap kendaraan terdapat setidaknya 9 macam sensor yang memiliki fungsi untuk mendeteksi kondisi lingkungan seperti suhu dan tekanan serta kondisi beban mesin. Dimana kondisi yang terjadi bersifat variatif. Salah satu yang dipakai adalah knock sensor yang dipasang dibagian blok silinder mobil. Berikut merupakan fungsi dan cara kerja knock sensor yang memiliki peran yang sangat penting pada mesin EFI.
Fungsi Knock Sensor
Mobil yang telah memakai teknologi kontrol elektronik biasanya tidak hanya mengatur mengenai proses pengaliran bahan bakar, melainkan juga mengatur sistem pengapian nya. Karena sudut pengapian yang tepat akan membuat output tenaga yang dihasilkan menjadi maksimal.
Pada kendaraan EFI, timing pengapian telah diatur dengan tepat menyesuaikan dengan putaran engine dan hasil pendeteksian dari sensor. Namun kadang kala seiring berjalannya waktu terjadi perubahan pada timing pengapian sehingga timing pengapian menjadi tidak tepat. Waktu pengapian yang tidak tepat ini akan menimbulkan knocking/detonasi dan knocking dapat merusak komponen mesin.Dampak nyata yang dirasakan adalah pengendara akan sadar bahwa lambat laun kendaraanya kehilangan power. Karnanya pada kendaraan dipasang sensor knock untuk mendeteksi adanya ketukan/knocking yang terjadi.
Cara Kerja Knock Sensor

Langkah Kerja Sensor Knock
Pertama adalah penempatan dari sensor, dimana knock sensor ditempatkan pada bagian blok silinder (sebagai tempat yang paling dekat dengan sumber suara/knocking), Selanjutnya adalah proses Deteksi Getaran.
Ketika terjadi knocking maka sensor knock akan mendeteksi adanya getaran yang disebabkan oleh knocking. Nah selanjutnya getaran ini akan di konversi menjadi sinyal listrik oleh sensor. Sinyal berupa nilai tegangan ini kemudian akan di kirim ke ECU. Kemudian ECU akan menerima dan melakukan kalkulasi untuk menentukan derajat ke abnormalan dari proses ignition. Selanjutnya ECU akan melakukan tindakan yang diperlukan seperti mengurangi waktu pengapian atau mengurangi tekanan bahan bakar.
Proses Spesifik
Knock sensor terdiri dari pizoelectric elemen dan sebuah diafragma. Jika terjadi getaran pada block silinder yang diakibatkan karena terjadinya knocking maka diafragma pada komponen ini (knock sensor) akan bergetar dan menggerakan pizoelektrik elemen. Getaran yang diterima oleh elemen ini kemudian akan diubah menjadi sinyal tegangan listrik untuk kemudian dikirim ke ECU. Besar kecilnya tegangan yang akan dikirim ke sistem kontrol (ECU) bergantung pada intensitas gataran yang terjadi akibat knocking.
Pada kondisi ini, ECU yang menerima sinyal input dari knock sensor, akan melakukan pembacaan mengenai kondisi engine, dan ECU akan memperlambat timing pengapian berdasarkan intensitas knocking.
Setelah knocking hilang, knock sensor akan mendeteksi bahwa tidak ada lagi getaran atau knocking pada mesin dan kemudian knock sensor akan mengirimkan data signal ke ECU untuk kemudian ECU memajukan kembali timing pengapian jika knocking sudah tidak terjadi.
Sekian pembahasan mengenai Fungsi dan Cara Kerja Knock Sensor, Cari tau informasi lainnya mengenai dunia teknik dan otomotif di belajarsesuatu.com
Post a Comment for "Fungsi dan Cara Kerja Knock Sensor"