Fungsi Sistem Starter dan Dasar-dasar Prinsip Kerja Starter

Fungsi Sistem Starter dan Dasar-dasar Prinsip Kerja Starter - Starting system merupakan bagian dari kelistrikan kendaraan yang memiliki fungsi sebagai penggerak awal ketika kendaraan akan dioprasikan. 

Tahukah kamu bagaimana starter bekerja? Mengapa ketika kalian menstarter kendaraan hanya diawal saja, dan ketika kendaraan sudah running mobil atau motor tidak perlu di starter lagi? sebenernya seperti apakah mekanisme kerja di mobil kita?

OK untuk menjawab pertanyaan ini gw akan mulai dari fungsi dari sistem starter terlebih dahulu untuk membangun pondasi awal pengetahuan generalnya.

Sistem Starter

Starter mengkonversi energi listrik menjadi energi gerak untuk memutar crankshaft agar mesin dapat hidup. 
Diatas adalah fungsi dari starter itu sendiri. Jadi proses konversi energi ini dapat membuat mesin hidup. OK pertanyaan nya mengapa bisa demikian, jawaban singkat gw adalah karena ketika kendaraan di starter seluruh mekanisme mobil pada bagian engine bekerja dan membentuk setidaknya syarat utama proses pembakaran (segitiga api).

Kalau gw simplifikasi sih step nya bisa jadi gini, ketika kalian menstarter mobil, nah pinion gear dari motor starter akan menggerakan komponen dari mesin yaitu flywheel. Ketika flywheel berputar maka poros engkol akan ikut berputar (karena satu poros), dan ketika poros engkol berputar maka piston akan gerak (karena connecting rod dan poros engkol tehubung). Gerakan piston ini setidaknya akan bertranslasi 2 langkah yaitu langkah isap dan langkah kompresi.

Ketika langkah isap (campuran udara dan bahan bakar secara spontan akan masuk ke dalam silinder), dan ketika langkah kompresi campuran udara dan bahan bakar tersebut akan terkompresi dan diakhir langkah kompresi, busi akan memercikan bunga api listrik. 

Nah dari 2 langkah ini saja sudah jelas dimana ada udara, bahan bakar dan sumber panas dari busi. inilah komponen lengkap dalam segitiga api. Karenanya proses selanjutnya adalah terjadinya pembakaran dan pembakaran akan menghasilkan tenaga, dimana nantinya sebagian tenaga akan di simpan di flywheel.

Nah dari cerita gw diatas, gw selalu mikir ohh berarti sebenernya kita menstarter kendaraan tuh cuma buat memunculkan adanya segitiga api supaya proses pembakaran terjadi. (Mengusahakan terjadinya langkah ISAP dan langkah KOMPRESI.

Secara perhitungan matematis, Momen yang dibutuhkan untuk memutar poros engkol mesin 4 – 6 silinder dengan kapasitas silinder 1000 sampai 2000 cc mencapai 6 kg.m dengan kecepatan putar poros engkol antara 60 – 90 rpm. Bila torsi yang dihasilkan kurang maka putaran motor menjadi rendah atau tidak dapat berputar sama sekali, sehingga proses pemasukan maupun kompresi tidak memenuhi syarat untuk terjadinya proses pembakaran.
Yang dapet gw simpulin dari ini adalah ketika torsi yang dihasilkan oleh motor starter kurang, inilah yang menjadi alasan kendaraan kalian jadi sulit hidup, makanya ketika aki tekor akan sangat mempengaruhi rpm dari motor starter itu sendiri.

Konsep Dasar Kelistrikan 💡 

Bila suatu penghantar dialiri listrik maka di sekeliling penghantar akan timbul medan magnet. 
Hubungan antara arah arus dan arah medan magnet digambarkan dengan kaidah ibu jari tangan kanan Fleming atau ulir kanan. Kaidah tersebut menjelaskan bila suatu penghantar dialiri listrik searah ibu jari maka arah medan magnet adalah searah keempat jari yang lain. Arah medan magnet yang dihasilkan sama dengan arah sekerup kanan yaitu arah bila mengencangkan sekerup atau menjauh arah putar sekerup searah jarum jam dan bila mengendorkan atau mendekat arah putar sekerup berlawanan dengan jarum jam.
Fungsi Sistem Starter dan Dasar-dasar Motor Starter
Ilustrasi medan magnet disekeliling penghantar yang dialiri listrik

Mengubah Energi Listrik Menjadi Energi Gerak pada Motor DC

Bila suatu penghantar dialiri arus listrik dengan arah menjauh dari kita maka akan menghasilkan medan magnet searah jarum. Bila penghantar tersebut berada diantara kutup magnet maka medan magnet yang searah akan saling menguatkan dan yang arahnya berlawanan akan saling melemahkan, dengan demikian terdapat perbedaan kuat medan magnet pada sisi penghantar. Perbedaan kuat medan magnet tersebut menyebabkan penghantar akan bergerak ke arah medan magnet yang lemah.

Fungsi Sistem Starter dan Dasar-dasar Motor Starter
Hubungan antara arah arus listrik, arah garis gaya magnet dan arah gerakan digambarkan dengan kaidah tangan kiri Fleming. Jari telunjuk menggambarkan arah arus listrik, jari tengah merupakan arah garis gaya magnet (magnetic flux) dan ibu jari menunjukkan arah gerakan yang dihasilkan.
Fungsi Sistem Starter dan Dasar-dasar Motor Starter
Ilustrasi Kaidah tangan kiri fleming

Dengan konsep tersebut bila suatu penghantar dibentuk “U” dan ujung penghantar dihubungkan dengan komutator. Komutator dihubungkan dengan sikat dan kedua sikat dihubungkan baterai, maka penghantar yang arah alirannya menjauh akan bergerak ke bawah dan yang arah aliran mendekat akan bergerak ke atas. Kedua arah gerak tersebut membuat gaya kopel atau momen putar dengan arah putaran searah jarum jam. Kuat momen yang dihasilkan tergantung dari kuat medan magnet, besar arus yang mengalir dan panjang lilitan.

Fungsi Sistem Starter dan Dasar-dasar Motor Starter
Ilustrasi prinsip gerakan elektromagnetik

Saat penghantar berputar maka kamutator yang berhubungan dengan sikat positip akan berpindah berhubungan dengan sikat negatip, demikian juga sebaliknya. Namun arah aliran listrik penghantar yang dekat kutub utara tetap yaitu menjauh dan yang dekat kutub selatan arah alirannya mendekat, dengan demikian maka arah gerak penghantar akan tetap yaitu searah jarum.

Fungsi Sistem Starter dan Dasar-dasar Motor Starter
Ilustrasi prinsip kerja motor starter

Prinsip kerja Motor starter satu siklus dapat dijelaskan sebagai berikut :

Arus listrik mengalir dari baterai - sikat positif - komutator - sikat negatif - baterai. 

Sekian pembahasan singkat mengenai Fungsi Sistem Starter dan Dasar-dasar Prinsip Kerja Starter. Baca juga artikel lain mengenai otomotif dan sains di belajarsesuatu.com

Post a Comment for "Fungsi Sistem Starter dan Dasar-dasar Prinsip Kerja Starter"