Fungsi, Jenis dan Cara Kerja Kopling Mobil
Kita tahu, mekanisme pemindah tenaga yang dihasilkan oleh mesin disebut dengan "POWER TRAIN". Mekanisme ini terdiri dari:
- Kopling (Clutch)
- Transmisi
- Propeler shaft
- Differential (Gardan)
- Axle dan Drive shaft
- Harus dapat menghubungkan dan memutuskan putaran mesin ke transmisi dengan lembut
- Harus dapat memindahkan tenaga mesin tanpa slip
- Harus dapat memutuskan hubungan dengan sempurna dan cepat
Konstruksi Kopling

Bagian-bagian Kopling dan Fungsinya
![]() |
Ilustrasi Plat Kopling |
Jenis-Jenis Kopling
1. Kopling Gesek
- Kopling piringan (disc clutch). Kopling piringan adalah unit kopling dengan bidang gesek berbentuk piringan atau disc.
- Kopling konis (cone clutch). Kopling konis adalah unit kopling dengan bidang gesek berbentuk konis.
- Kopling Plat Tunggal. Kopling plat tunggal adalah unit kopling yang hanya mempunya satu kamvas kopling.
- Kopling Plat Ganda. Kopling plat tunggal adalah unit kopling yang hanya mempunyai dua kamvas kopling
- Kopling plat banyak. Kopling Plat Banyak adalah unit kopling yang mempunyai lebih dari dua kampas kopling dalam satu unitnya. Kopling plat banyak biasa digunakan pada sepeda motor dan juga pada transmisi otomatis, yang biasanya bekerja berdasarkan kontrol hidrolik.
- Kopling Basah
- Kopling Kering
Kopling basah menggunakan media pendingin cairan, sedangkan kopling kering menggunakan media pendingin udara.
- Kopling Pegas Spiral
- Kopling Pegas Diapragma
1. Kopling pegas spiral
![]() |
Konstruksi Kopling Gesek Pegas Spiral |
Kelebihan :
- Penekanannya kuat dan kerjanya cepat/ spontan.
- Tenaga untuk menekan plat kopling berat
- Konstruksinya rumit sehingga harganya mahal
- Penekanan kopling berat, tekanan pada plat penekan kurang merata, jika kampas kopling aus maka daya tekan berkurang, terpengaruh oleh gaya sentrifugal pada kecepatan tinggi dan komponennya lebih banyak, sehingga kebanyakan kopling pegas spiral ini digunakan pada kendaraan menengah dan berat yang mengutamakan kekuatan dan bekerja pada putaran yang relatif lebih lambat.
2. Kopling pegas diapragma
Kelebihan :
- Tenaga penekanan ringan
- Penekanan plat kopling lebih merata
- Tenaga pegas tidak berkurang oleh adanya gaya sentrifugal
- Penekanan terhadap plat kopling lebih kecil
- Kontruksinya lebih lemah dibanding pegas spiral dan kurang responsif (kerjanya lebih lambat), sehingga kebanyakan kopling pegas diafragma ini digunakan pada kendaraan ringan yang mengutamakan kenyamanan.
Cara Kerja Kopling Gesek Model Plat Tunggal
Kopling berfungsi untuk memindahkan tenaga secara halus dari mesin ke transmisi melalui adanya gesekan antara plat kopling dengan fly wheeldan plat penekan. Kekuatan gesekan diatur oleh pegas penekan yang dikontrol oleh pengemudi melalui mekanisme penggerak kopling. Jika pedal kopling ditekan penuh, tekanan pedal tersebut akan diteruskan oleh mekanisme penggerak sehingga akan mendorong plat penekan melawan tekanan pegas penekan sehingga plat kopling tidak mendapat tekanan. Gesekan antara plat kopling dengan fly wheel dan plat penekan kecil dan bahkan tidak bergesekan sehingga putaran mesin tidak diteruskan.
Jika pedal kopling ditekan sebagian/ setengah, tekanan pedal tersebut akan diteruskan oleh mekanisme penggerak sehingga akan mendorong plat penekan melawan sebagian/ setengah tekanan pegas penekan sehingga tekanan plat penekan ke fly wheel berkurang, sehingga plat kopling akan slip. Gesekan antara plat kopling dengan fly wheel dan plat penekan terjadisehingga putaran dan daya mesin diteruskan sebagian.
![]() |
Ilustrasi Kerja Kopling |
Apabila pedal dilepaskan maka gaya pegas akan kembali mendorong dengan penuh plat penekan. Plat penekan menghimpit plat kopling ke fly wheel dengan kuat sehingga terjadi jepitan yang kuat dan berputar bersamaan. Dengan demikian putaran dan daya mesin diteruskan sepenuhnya (100%) tanpa slip.
Sekian pembahasan mengenai Fungsi, Jenis dan Cara Kerja Kopling Mobil, cari juga informasi seputar dunia otomotif dan sains pada artikel lain belajarsesuatu.com
Post a Comment for "Fungsi, Jenis dan Cara Kerja Kopling Mobil"