10 Komponen Sistem Pengisian Mobil dan Fungsinya
Singkatnya Baterai pada mobil memiliki fungsi sebagai penyedia kebutuhan energi listrik ketika kendaraan dalam kondisi belum dihidupkan, jadi pada kondisi ini, seluruh sistem yang membutuhkan listrik akan disuplai oleh baterai. Masalahnya adalah kapasitas dari baterai yang terbatas untuk terus memenuhi kebutuhan energi listrik ke seluruh sistem kelistrikan.
Karna alasan itulah sistem pengisian akan memproduksi listrik bukan hanya digunakan untuk mensuplai kebutuhan energi listrik ke seluruh sistem kelistrikan, melainkan juga untuk mengisi kembali tegangan baterai agar baterai terus berada dalam keadaan penuh.
ALTERNATOR sebagai komponen utama pada sistem pengisian mobil
Fungsi Sistem Pengisian
- Mensuplai kebutuhan energi listrik ke seluruh sistem kelistrikan mobil saat mesin dalam kondisi hidup.
- Mengisi kembali arus listrik ke baterai (Charging) ketika kondisi mesin hidup.
Komponen-komponen Sistem Pengisian Beserta Fungsinya
![]() |
Komponen Sistem Pengisian |
1. Baterai (Aki)
Fungsi Baterai :
- Sebagai sumber arus listrik pada saat mesin belum dihidupkan
- Menyimpan arus listrik yang di produksi/dihasilkan oleh alternator selama kendaraan beroprasi
2. Kunci Kontak/Ignition Switch
Fungsi Kunci Kontak :
Kunci kontak berfungsi untuk menghubungkan atau memutuskan arus listrik dari baterai ke rangkaian kelistrikan kendaraan. Ada 4 posisi pada kunci kontak yaitu :
- Posisi B
- Posisi ACC
- Posisi IG
- Posisi ST
3. Fuse
Fungsi Fuse :
Fuse berfungsi untuk menjaga atau mengamankan komponen kelistrikan dari arus pendek atau konsleting agar tidak terjadi kerusakan pada komponen.
4. Lampu CHG/Lampu Pengisian
Fungsi Lampu CHG :
Lampu CHG berfungsi untuk menandakan normalnya sistem pengisian pada mobil.
Catatan: Pada saat kunci kontak ON dan mesin mati maka indikator lampu CHG yang terdapat pada panel instrumen harus menyala, tetapi pada saat mesin hidup, indikator lampu CHG harus mati, ini menandakan alternator sudah menghasilkan arus listrik.
5. Regulator
Kenapa alternator memerlukan regulator? jawaban nya adalah karena tegangan yang dihasilkan oleh alternator cukup bervariasi nilainya, hal ini dipengaruhi oleh kecepatan putaran mesin dan besarnya beban, untuk itulah digunakan regulator.
Terdapat dua macam regulator yang umumnya digunakan pada kendaraan:
- Regulator tipe kontak point (Terpisah dengan alternator)
- IC Regulator (menjadi satu di dalam alternator)
Fungsi regulator:
- Menjaga tegangan output alternator agar tetap konstan
- Lampu CHG akan mati secara otomatis ketika alternator mulai menghasilkan arus listrik.
- Voltage Regulator : berfungsi untuk mengatur tegangan
- Voltage Relay berfungsi untuk mengontrol tegangan output alternator dan dapat mematikan lampu CHG ketika tegangan sudah mencapai batas tertentu.
![]() |
Regulator tipe kontak point |
Bagian-bagian regulator tipe kontak point:
- Terminal IG : Kontak point voltage regulator
- Terminal F : Inti besi voltage regulator
- Terminal B : Kontak point voltage relay
- Terminal N : Ujung kunparan voltage relay
- Terminal L : Inti besi voltage relay
- Terminal E : Massa
![]() |
Tipe IC regulator |
Bagian-bagian regulator tipe IC:
- S : Terminal indikator voltase aki
- IG : Terminal indikator igniiton switch
- L : Terminal lampu indikator
- B : Terminal output alternator
- F : Terminal tegangan langsung (by pass)
- Stabilitas pengaturan tegangan dan arus yang lebih tinggi.
- Ukuran regulator yang lebih kecil memungkinkannya untuk dijadikan satu kesatuan dengan unit alternator.
- Sistem pengisian yang lebih sederhana.
- Tidak memerlukan penyetelan.
- Rotor dengan diameter yang lebih kecil meningkatkan putaran alternator.
- Menggunakan sabuk V ribbed untuk meningkatkan kontak antara sabuk dengan pulley sehingga tidak tergelincir.
6. Alternator

Bagian bagian Alternator:
1. Pulley

Fungsi Pulley:
Fungsi pulley adalah menerima tenaga mekanis dari mesin dan mentransmisikannya ke rotor agar dapat berputar. Pully alternator menerima putaran dari pully crankshaft melalui van belt. Untuk rasio pulley alterator terhadap pully crankshaft adalah 1,8 -2,2 : 1.2. Rotor

Fungsi Rotor:
Rotor berfungsi untuk membangkitkan medan magnet3. Bearing
Fungsi bearing:
Bearing berfungsi untuk memperhalus putaran rotor4. Slip Ring
Fungsi Slip Ring:
5. Stator
Fungsi Stator:
Fungsi stator adalah untuk menghasilkan arus listrik bolak-balik (AC).6. Rectifier/Dioda
![]() |
Dioda Alternator Avanza |
Fungsi Rectifier/dioda:
Dioda alternator berfungsi untuk mengubah arus bolak balik (AC) menjadi arus searah (DC)7. Brush
Fungsi brush:
Fungsi brush adalah untuk menghubungkan sumber arus listrik ke rotor coil.8. Pegas Brush
Fungsi Pegas Brush:
9. Drive End Frame dan Rear End frame

Post a Comment for "10 Komponen Sistem Pengisian Mobil dan Fungsinya"